Atalanta – Sang Dewi yang Mendobrak Hierarki Kekuasaan di Kasta Tertinggi Italia

situs judi online

Papan atas Serie A selama sejumlah musim terakhir nyaris senantiasa dihuni oleh regu-regu tradisional. Juventus, Napoli, dua klub ibu kota, dan dua seteru dari kota Milan yakni komposisi yang awam.

Tapi musim ini, terdapat satu klub yang mendobrak hierarki dominasi di kasta tertinggi Italia.

Klub itu finis peringkat 3 di atas Inter Milan (4), AC Milan (5), AS Roma (6) dan Lazio (8). Klub itu pun finis sebagai kesebelasan dengan torehan gol terbanyak. Klub hal yang demikian yakni La Dea alias Sang Dewi, Atalanta.

Atalanta finis peringkat 3 Serie A guna kesatu kalinya. Atalanta malah lolos ke Liga Champions kesatu mereka.

Atalanta musim ini yakni regu yang memiliki fighting spirit luar awam. Telah tak sedikit yang menjadi korban. Juventus saja tidak bisa menaklukkan mereka; dua kali imbang di Serie A dan dipermak 0-3 di perempat final Coppa Italia
Pasukan Gian Piero Gasperini malah menjadi kesebelasan Italia kedua setelah Juventus musim ini yang bisa menaklukkan Napoli di San Paolo.

Di Serie A musim ini, Duvan Zapata mencetak 23 gol dan 7 assist. Josip Ilicic mengukir 12 gol dan 7 assist. Kapten Alejandro Gomez mendonasi 7 gol dan 11 assist. Trio ini yakni pilar utama lini serang Atalanta yang sanggup membikin deretan pertahanan lawan kocar-kacir
Serie A 2018/19 telah tuntas. Juventus pulang berkuasa, meraih Scudetto berturut-ikut mereka yang ke-8. Tapi Juventus bukan yang tertajam.

Juventus, yang memiliki Cristiano Ronaldo, mencetak \’hanya\’ 70 gol dalam 38 laga di Serie A musim ini. Bianconeri adalahtim tertajam ketiga di bawah Atalanta dan Napoli.

Atalanta menghajar Sassuolo 3-1 melalui gol-gol Duvan Zapata, Alejandro Gomez dan Mario Pasalic di minggu pemungkas. Atalanta finis peringkat 3. La Dea lolos ke Liga Champions guna kesatu kalinya dalam 111 tahun sejarah mereka.

Di samping mengukir sejarah lolos ke kompetisi elit Eropa, Atalanta malah finis sebagai kesebelasan dengan torehan gol terbanyak di Serie A 2018/19. Mereka mencetak 77 gol dalam 38 laga.

Atalanta unggul tiga gol atas Napoli dan tujuh gol atas Juventus. Simak \’klasemen\’ lengkapnya berikut.
Klasemen Gol
Atalanta – 77 (2,03 gol per lomba)
Napoli – 74 (1,95 gol per lomba)
Juventus – 70 (1,84 gol per lomba)
AS Roma – 66 (1,74 gol per lomba)
Sampdoria – 60 (1,58 gol per lomba)
Inter Milan – 57 (1,5 gol per lomba)
Lazio – 56 (1,47 gol per lomba)
AC Milan – 55 (1,45 gol per lomba)
Sassuolo – 53 (1,39 gol per lomba)
Torino – 52 (1,37 gol per lomba)
Empoli – 51 (1,34 gol per lomba)
Bologna – 48 (1,26 gol per lomba)
Fiorentina – 47 (1,24 gol per lomba)
SPAL – 44 (1,16 gol per lomba)
Parma – 41 (1,08 gol per lomba)
Genoa – 39 (1,03 gol per lomba)
Udinese – 39 (1,03 gol per lomba)
Cagliari – 36 (0,95 gol per lomba)
Frosinone – 29 (0,76 gol per lomba)
Chievo – 25 (0,66 gol per lomba).
Mesin Gol Bernama Duvan Zapata
5 Pemain Tertajam di Serie A 2018/19:

26 – Fabio Quagliarella (Sampdoria)
23 – Duvan Zapata (Atalanta)
22 – Krzysztof Piatek (Genoa, AC Milan)
21 – Cristiano Ronaldo (Juventus)
17 – Arkadiusz Milik (Napoli).
Kerja impresif Atalanta musim ini tidak lepas dari kontribusi mesin gol yang memiliki nama Duvan Zapata. Striker 28 tahun Kolombia hal yang demikian pun statusnya cuma pemain pinjaman dari Sampdoria.

Dari 77 gol yang dicetak Atalanta di Serie A musim ini, 23 gol didonasikan oleh Duvan Zapata. Ia finis sebagai pemain tertajam kedua di bawah sang Capocannoniere Fabio Quagliarella.

Atalanta sudah mendobrak hierarki dominasi di kasta tertinggi Italia. Selanjutnya, mereka bakal melakoni petulangan kesatunya di kompetisi elit Eropa. Masih tak sedikit yang perlu dibenahi dan dipersiapkan oleh Atalanta.

Salah satu yang seharusnya dilaksanakan yakni mempertahankan trio pemain ofensif yang sudah berjasa paling besar membawa mereka sejauh ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *